
Bulan yang muram itu seakan masuk ke dalam diriku..
Kupelajari kembali catatan harianku selama ini, pelanPelan kubongkari bagianBagian yang selama ini menembus hatiku, lama mulai kukunyah. LambatLambat mulai aku dapatkan kembali gambaran yang agak jelas tentangmu. Ia mulai berubah demikian pula dengan sejarah.
Dulu tutur katamu manis terdengar dan memberi harapan dalam setiap keputusasaan, tapi mengapa kini hanya janji kosong yang menenggelamkanku pada keresahan? Adakah keraguan itu sekarang menjadi kenyataan??
Aku berani menunggu dan terus menunggu, mengapa kau tak menghargai kesabaranku? Lihatlah aku jatuh tersungkur dalam pasrah dan sabar yang teramat sangat…
If I didn’t have you then
What will become of me?
If I had never met you
How would my life be?
Would I be the same?
If I’d been loving antoher name
Would I stay untamed
Would there be any aim?
So whom I will be…..
Malam makin larut, I didn’t dari Daniel Sahuleka mengalun lembut di telinga.


