Kehidupan terjadi dengan caranya sendiri. Kehadiran dia dalam hidup adalah sebagai pelengkap jiwa. Namun, jika membuat perasaan jadi tidak nyaman, maka hubungan patut dipertanyakan. Mengapa sayatkan luka antara pedih mencinta dan bahagia terdera??? Ada saatnya terjebak dalam suatu hubungan yang melelahkan, bahkan menyiksa. Dan tidak sedikit yang memilih untuk bertahan dalam kondisi hubungan seperti itu ketimbang mengakhirinya. Rasa sayang dan kebiasaan bersamanya membuat seringkali berpikir untuk memaklumi dan memberi kesempatan lagi, berpikir mungkin suatu saat dia bisa berubah. Inilah kelemahan seorang wanita, gampang memaafkan dan percaya rayuan gombal bahwa dia bisa berubah. Bertindak memang tidak semudah berkata. Dan, terkadang apa yang di dambakan itu gag seindah apa yang pernah dikira.
Awalnya begitu indah kini berubah 180 derajat. Ada yang terus mengulang kesalahan yang sama. Dulu begitu perhatian, pengertian, enak diajak ngomong, bisa diajak curhat. Dulu selalu ingin tahu keadaanmu dan memastikan baik-baik saja. Tapi makin lama perhatiannya berkurang, tiba-tiba dalam jangka waktu beberapa bulan kemudian, frekuensi SMS manis ato telpon penyemangat mulai berkurang. Hemmm, bahkan tak jarang ia suka menghilang. Sampai hampir mati penasaran rasanya.! Eh…tiba-tiba selang beberapa minggu kemudian ada SMS masuk. Lalu tersentak kaget melihat namanya muncul di inbox. Dan, ya..ya… mulai bertemu lagi. Tapi setelah satu bulan kemudian dia menghilang lagi.
Stres gag?? Apakah maunya?
Punya pacar rasanya seperti gag punya, jarang ketemu, ditelpon susah..jarang di angkat terkadang cuma ada voice mail, kurang komunikatif. Tak jarang dia berbohong dan memberi alasan yang tidak tepat, bilang dirumah ternyata di tempat yang lain. Selalu ada acara ato aktivitas, sibuk dengan dunianya sendiri.
Lalu dimana tempat kita di dalam kehidupannya?
Yaa…dia yang timbul dan tenggelam, Apakah ini tanda-tanda seseorang yang tidak serius dalam hubungan? Hanya dijadikan ibaratnya salah satu tempat singgah, ato hiburan selingan, dan dibuat sakit hati pada akhirnya Huhu…koq jadi kayak mainan.
Pernahkah kamu menghadapi seseorang seperti ini?
Memilih untuk mundur ato terus maju??
Hidup adalah pilihan, bahkan tidak memilih pun merupakan pilihan.