BuanaDara

Me and you VS the world

Archive for the month “Februari, 2008”

Cinta Terlarang

th_314511656_9c38861fcd.jpg

Wuuuah…akhirAkhir ini aku lagi rajinRajinnya ikut fitnes di salah satu tempat kebugaran di Jakarta, itu tuh deket banget sama tempat tinggalku.. :mrgreen:
Mungkin sudah sekitar dua minggu ini, menjelang sore apalagi pas hari sabtu, pasti gag pernah absen dateng kesana, hanya sekedar untuk cuci mata dan pastinya biar sehat juga nurunin berat badan ini dunkss.. 😆
Hemmm….kenapa? karena disitu ituh ada salah satu instruktur yoga yang ya ampuuun cakep abisss hu hu.. :mrgreen:
Sosoknya gagah tinggi putih bersih aduuuh… giginya putih, hidungnya mancung, alisnya hitam tebal, bibirnya merah merekah wualaaaaah… 😆 😆
Hemmm banyak wanita pria mungkin juga waria yang berdatangan, sampai terkadang harus pake ngantri dulu biar bisa ikutan kelas yoga itu.. 😀
Truss…sampai di suatu sore saat Jakarta sedang diguyur hujan derass, sehabis ikut kelas yoga aku duduk di loby fitnes sambil pesen orange juice dan seorang trainer dengan akrab menyapa dan menghampiri duduk di sofa tepat di depanku, kami ngobrol agak lama, tibaTiba saja pebicaraan beralih ke instruktur yoga itu.
Dia : Ooo….yang itu sih udah jadi rahasia umum tuh
Aku : Haah….masa’ sih..?? 🙄
Dia : Itu pacarnya yang lagi duduk berdua disitu, yang pake kemeja coklat
Aku : Haaaah…?? yakin tuh.. 😕
Dia : Ha ha… cakep juga kan pacarnya
Aku : *Gleg….* 😯 😯
Yaaa begitulah ceritanya Ha ha.. ternyata dia…homoseksual 😕 😯 😆

Hemmm maaph postingan kali ini teramat sangat panjang, Kalau si antocrewet punya 634 kata, postingan kali ini punya 751 kata. Jadi kalau tidak berminat membaca yaa sampai sini saja tak apaApa..
:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

th_6c2a.jpg

Lamunanku terseret jauh menghimpun setiap moment yang terjadi saat itu.
Ia menelponku siang itu, dan akhirnya kami bertemu disalah satu cafe di daerah tebet. Sebut saja namanya Resha, ia memukau..Sebentuk paras yang rupawan. Hidung, bibir dan dagunya begitu menawan, postur tubuh ideal, fisiknya tampak kokoh dan tak rapuh. Penampilannya menarik, rapi, fashionable tapi tidak genit. Keindahan yang bernyawa berbaur dengan kemaskulinan.
Dibalik semua itu, aku melihat galau berpendar di matanya. Kesepian yang menyeruak teramat dalam, dan duka yang telah sekian lama terpendam.

Aku memang tak asing dengan sosok perempuan itu, sudah cukup lama kami saling mengenal. Kami saling berbagi, bercerita dan berbicara tentang apa saja.
Namun, siang itu ibatiba saja pembicaraan kali ini dimulai dengan kataKata yang berujung tak terduga.
Dia : “Aku mencintai perempuan itu dan aku tak akan pernah lupa”.
Kisah cinta yang sebenarnya terjadi, tapi selalu di ingkari.

Kehidupan merupakan dermaga. Tak pernah bisa memilih kapal mana yang seharusnya berlabuh. Selalu saja datang kapal kejutan yang tak diundang dan bermuatan berpetiPeti kata ternyata. Dan kita hanya bisa rela menerimanya, karena kapal itu sudah terlanjur merapat dan melepaskan jangkarnya.
Sama seperti Resha tidak bisa memilih dilahirkan ke dunia sebagai anak tunggal. Ibunya menghembuskan nafas terakhir, saat Resha menarik nafas dan terlahir ke dunia. Setelah itu ayahnya tak pernah menikah lagi, mengunci hatinya rapat demi merawat dan membesarkan anaknya. Bekerja dari pagi larut malam baru akan pulang, semua itu dilakukan untuk mencukupi semua kebutuhan anaknya.

Sehingga, ia lupa anaknya seorang perempuan yang dunianya bertolak belakang dengan lakiLaki. Anak perempuan butuh dibelai, dipeluk, disusui, dimanja, dibimbing. Dan selebihnya Resha menjadi anak alam yang berlarian tumbuh mencari kebebasan dan jati diri. Tubuhnya berubah, Resha terkejut seperti tak mengenali tubuhnya sendiri. Ia merasa terkurung dalam tubuh seorang perempuan dewasa. Dan memang tak cukup hanya seorang ayah yang mendampingi anaknya dalam menghadapi usia puber.
Bagaimana Resha kerap bercerita tentang mengapa dulu pada suatu hari ia tersentak mendapati celananya terdapat bercak darah? dan mengapa saat itu akan timbul rasa nyeri di perutnya? Mengapa tonjolan di antara ke dua dadanya mulai membesar??

Ia merejam dalam kebisuan, kepada setiap wanita yang lewat dihadapannya. Namun, hanya foto usang ibunya yang hanya bisa diratapi. Ia tak pernah merasakan wujud kehadiran seorang ibu yang bisa disentuh dan dipeluk yang menjaganya. Ia merindukan kehangatan seorang wanita dalam hidupnya. Ia menantikan, menyembunyikannya rapat, berjuang membunuhnya tapi ternyata getar itu tak pernah padam.

Dan hari itu kami duduk berhadapan sambil menikmati makanan. Ia duduk di sebuah kursi berwarna hitam tepat di depanku saat jam makan siang.
Dia : “Aku tak akan pernah lupa sosok wanita itu, tapi sekarang aku bahagia dan merasa lega karena sudah ada kamu disini, bagiku cukup merasa tenang dengan melihatmu”
Haaah…..aku ??!! ingin berteriak penuh sukses, terperangah kagum juga menyedihkan. Namun, aku ini hanya selayaknya wanita biasa yang masih mendambakan dekapan hangat seorang pria.
Cinta…bukankah setiap orang berhak jatuh cinta??
Haruskah menghakimi cinta seperti ini?

Cinta terlarang yang disingkirkan masyarakat seperti virus yang tak pernah bisa dibasmi.

Iklan

Things Can’t Change

photography-31.jpg

“Ya Allah, berilah aku kedamaian untuk menerima hal yang tidak dapat ku ubah, keberanian untuk mengubah hal yang bisa ku ubah dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaan keduanya.”

Ada sebagian besar hal dalam hidup ini yang tidak dapat dikendalikan. Perjalanan hidup membuktikan bahwa realitas tidak sesuai dengan keinginan, sehingga banyak hal yang tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Terkadang ada saat dimana kita dipaksa melepaskan sesuatu namun pada saat begitu ingin mempertahankannya, dan dipaksa mempertahankan ketika justru sangat ingin melepaskan.
Hidup ini tidak selalu adil itulah faktanya. Diwarnai oleh berbagai kejadian yang tidak terduga, semua hal berubah dan terkadang memiliki akhir yang tak diinginkan, tantangan yang membingungkan dalam setiap masalah, dan ada saat dimana orangOrang tidak selalu mencintai dan setia, Namun ini adalah bagian dari hidup dan harus ku hadapi.

Untuk semua yang telah berlalu : terimakasih
Untuk semua yang akan datang : Ya…

Teater dan Berakting

th_6630.jpg

“Tuhan, aku mau semua itu kembali. Aku mau malam ini adalah sepuluh tahun yang lalu. Dan Roy lagi datang jemput aku dengan mobilnya. Aku mau beli untuk bisa ngalemin malam-malam panas di mobil itu lagi. Ketika semuanya sejuk dan bebas dan nyetir melalui jalan tol keluar dari kota goblok ini. Dengan angin menghempas tubuhmu dan bintang-bintang di horison nampak seperti intan intan. Sampai pagi menjelang. Lalu nyetir kemana aja. Ke danau mungkin. Kemana aja. Ada diluar kota dengan laki-laki yang kamu cintai adalah hal yang paling menyenangkan dalam hidup kamu. Aku ingat waktu kita bercinta pertama kali. Sangat lambat dan lembut. Tuhan, dulu dia lembut sekali.”
bla..bla..bla… *masih panjang deh* 😯

imagenokia9.jpg
Kutipan cerita di atas adalah sebuah naskah monolog teater “Laundry and Bourbon” karya James McLure yang akan aku pentaskan hari Rabu. Betapa kesepiannya wanita itu, mengharapkan masa lalunya dengan seseorang pria yang dia cintai dapat kembali seperti dulu, dan saat itu Elizabeth sedang berfantasi dengan masa lalunya. Hemm…aku sering bertanya kepada seorang teman “Gimana gua mesti bawainnya, melow atau ceria ya?” lalu dia pasti akan menjawab kesal “Jangan mikrin caranya dong, mengalir aja rasain emosinya.” Haah..?? aku malah tambah bingung. 😕

Berulang kali dengan susah payah aku latih monolog itu agar bisa merasakan apa yang sebenarnya terjadi saat itu, pada diri tokoh wanita (Elizabeth) dalam monolog tersebut. Di atas panggung, di kamar, di depan kaca, waktu mau mandi, waktu lagi sendiri. Apa iya aku harus mengalami sendiri peristiwa yang terjadi pada Elizabeth agar aku bisa membawakan monolog itu dengan baik? 🙄
Karena itulah seorang aktor patut memiliki pengalaman hidup yang dalam serta wawasan yang luas mengenai kehidupan itu sendiri.

Karena alasan itu maka di kelas teater aku di ajarkan bagaimana cara menganalisa dengan pendekatanPendekatan akting untuk mengetahui situasi yang diberikan oleh penulis, sehingga walaupun peristiwa itu belum pernah terjadi dalam hidup kita namun kita dapat merasakan juga mengerti apa motivasi, intensions, tindakan / aktivitas tokoh tersebut yang berlangsung dan akan dilakukan di atas panggung. Pada dasarnya, tujuan teater yaitu menciptakan ilusi, karena memang dunia yang dia ciptakan adalah fiktif semata, tetapi disitulah letak tantangannya dengan cara bagaimana menyingkapi kehidupan yang ilusif tersebut dengan tulus dan jujur, dan bukanlah suatu permainan yang palsu dan berlebihan.

Akting adalah motif yaitu keinginan terdalam yang timbul dari lubuk hati manusia dan terlihat melalui tingkah laku dan tindakannya ketika sedang berusaha memuaskan keinginan terdalam itu, juga proses memahami tingkah laku, menyatakan ide dan bergaya di atas pangung atau di depan kamera.
Dan ternyata berakting sesuai dengan naskah itu tidaklah mudah, dan masih banyak lagi yang harus digali dan dipelajari. Dan sesungguhnya sepanjang hidup seorang aktor tidak akan pernah berhenti belajar tentang berakting.
Fuuh…semoga pentas monolog hari rabu ini akan berjalan baik dan lancar sesuai yang di inginkan. Doakan aku yaa… :mrgreen:

Film dan Posting Blog

Kemarin malam Hp itu berbunyi memecah keheningan, one message received dari seorang teman. “Saraaaaah, ga pernah OL nih. Itu blog dibiarin nganggur?” :mrgreen: Dan blog sebelah bertanyaTanya “mana postingan terbarunya??” Hehehe.. Memang sudah berapa lama yaa tidak posting 😉 Lhaa, ini lagi posting.
Aku baru sadar akhirAkhir ini setiap mau membaca buku atau mebuka laptop, aku mendekatkan mata dengan jarak yang terlampau dekat dengan benda tersebut. Entah kenapa sekarang mataku mulai jadi kabur dan tidak fokus. Hemm….bisa jadi ini karena beberapa waktu belakangan ini aku terlalu banyak menghabiskan waktu dengan begadang di depan layar monitor 13 inch itu. Belum lagi kegemaranku menikmati film DVD horor yang sekarang masih menumpuk di bawah meja TV yang menunggu untuk ku tonton. Dan juga setumpuk bukuBuku teater, psikologi, novel yang sebagian masih berselimut rapi dengan sampul plastik putihnya yang menunggu untuk di baca. Fuuh…apalagi sekarang setiap mau memakai contact lens jadi susah, karena apa yang nampak di depan mata menjadi tidak begitu jelas, akhirnya mereka hanya tergeletak di depan meja riasku saja.
Makanya sekarang aku lagi membatasi waktu setiap mau online, chating atau posting blog, sedikit waspada karena pasti aku gag kenal waktu karena jadi keasyikan sendiri. He he he… Jadi, aku set alarm dan mengatur waktu berapa lama ke dua mata ini harus terbuka lebar di depan layar monitor itu 😉
Dan….btw sudah liat film CJ7 film terbarunya stephen Chow belum ??
Sebenernya film berdurasi 88 menit ini sudah tayang agak lama, sudah beberapa minggu belakangan ini tapi sampai sekarang masih banyak diputar karena banyak peminatnya dari nenek kakek sampai remaja juga anakanak. Jadi ceritanya tentang seorang pria miskin (Stephen Chow) berusaha membesarkan sang anak dengan sebaikBaiknya. Kehidupan mereka berdua yang serba kekurangan bertambah baik saat sang ayah membawa pulang sebuah benda asing. Dan disinitulah ceritanya mulai kocak dan sedih. Apalagi seorang anak kecil (Xu Jiao) berhasil beracting bagus sekali di film itu, juga buat cowokCowok yang doyan liat cewek cantik, di film ini juga ada (Kitty Zhang) berperan sebagai seorang guru yang cantik, sexy juga baik hati. Aku gag kebayang gimana bisa film itu bisa kocak banget, seru sekaligus juga bisa bikin sedih yang buat aku hampir mau nangis tapi gag jadi sih. 😦 Kemarin sempet nonotn di Blitz Megaplex, emmm…tapi sampai sekarang di theater 21 juga masih tayang. Ayooo buruan nonton…! 😀
Akhirakhir ini hoby nonton ku mulai kambuh lagi, jadi kemarin baru sempet nonton filmFilm yang sudah lumayan lama seperti Harry meet Sally, Moulan Rouge, Cinema Paradiso. Fuuh…jadi inget dunia perfilman di Indonesia kapan bisa menyajikan filmFilm seperti itu, yaah…kita tunggu saja. :mrgreen:

Doa..Nafas..Irama..

fieldrainbow.jpg

Terkadang ada harihari dimana segala sesuatu mulai terasa membosankan, dan kejenuhan itu semakin mendekat. Dimulai dengan terbitnya matahari hingga sang surya terbenam, segala aktivitas mulai berjalan rutin dan biasabiasa saja. Semua begitu datar tanpa adanya variasi.
Hemm… mungkin benar apa yang mereka bilang bahwa wanita lebih sering merasa jenuh daripada lakilaki, disebabkan oleh kecenderungan wanita yang lebih banyak menggunakan perasaan dalam menghadapi permasalahan hidup bahkan memanfaatkan mood dalam melakukan sesuatu.
Memang, seperti diketahui bahwa tidak setiap hari selalu menjadi baik. Keberuntungan itu terkadang tidak berpihak. Namun, sampai suatu hari aku bercerita, bertanya lalu berpikir.
“Kehidupan yang dijalani setiap hari ini adalah tantangan juga kesempatan yang tidak akan dapat dilewati. Dan, ketahuilah bahwa keadaan tak ada yang bisa mengubah selain dirimu sendiri..”
Bila semua itu dilalui dengan usaha terlebih dahulu untuk melakukan segala sesuatu sebaikbaiknya, maka akan timbul kearifan yang memberi nilai lebih tersendiri. Bahwa memang benar Tuhan telah menata kehidupan ini dan menciptakan langit serta bumi dengan tugas dan fungsinya masingmasing. Dan setiap orang tentu pernah mengalami permasalahan ataupun problem yang menegangkan.
Namun, alangkah baiknya semua itu dihadapi dengan lapang dada dan tidak menjadikannya sebagai beban pikiran. Mencari solusi terbaik dan nikmati dinamika kehidupan. Hatiku berteriak penuh syukur.. Come on girls, wake up..!

Post Navigation