BuanaDara

Me and you VS the world

My Life My Journey

sadness

Perempuan itu terlihat bimbang, berdiri menatap langit malam yang seakan menyuarakan kesedihan yang menjerit di dalam hatinya.
Siapakah yang kau pikirkan? Langit tak akan menurunkan pahlawanmu.
Ia seorang diri, begitu sendirian.. Menyadari tak selamanya terang bertahta, tak semua harapan dapat terwujud menjelma kebahagiaan.
Telepon genggam itu berdering di atas meja, memecahkan lamunannya.
Ia raih lalu dibacanya sms, tertera nama pengirimnya.
“…………………………………………………………..”
Ia tersentak dalam ketidakpercayaan, dibacanya kalimat demi kalimat berulang kali. Ia memejamkan mata, seperti menghayati setiap jengkal kata yang baru saja dibaca. Lama dipandangnya layar telepon genggam, terus berfikir..
Ia tahu, jawaban akan menetukan nasib hubungan ini. Hingga akhirnya sudah tak ada lagi alasan untuk menyambung kebersamaan. Harap telah kandas, kini melihat pria itu beranjak pergi, menjauh, merentangkan perpisahan. Seperti mimpi yang harus dilepaskan dengan rela karena pagi datang menjemput.
Meski ia tahu sebenarnya yang terjadi, hatinya terseret, asa nya mengingkari, tapi ia hanya mengangguk, membiarkan pria itu berlalu. Ia menengadahkan kepala, mendung di matanya kini runtuh, air mata luruh menghujani wajah.
Tuhan, apakah bencana selalu datang beruntun??
Apakah bencana pertama selalu mengundang bencana berikutnya?.
Namun seorang teman berkata, “terkadang kita kerap menghitung kesedihan tapi lalai mengukur kebahagiaan. Sedapat mungkin ambil hikmahnya.”

Semua seperti terhenti disini. Belum pernah ia merasa demikian terasing dengan dunianya, yang semakin lama menjelma sebagai panggung sandiwara.
Dengan limbung dicobanya bangkit dari ranjang, mencari kekuatan untuk bertahan, sia sia.. tubuhnya merosot tak berdaya ke lantai. Kesedihan ternyata selalu melebihi berat tubuh kita. Ia menggigit bibir kuatkuat, menahan pedih hati.
Malam itu mengisyaratkan raut rembulan yang murung, awan kelabu meratap disingkirkan kelam, seperti cinta yang tertoreh kekecewaan.
Sekali lagi cinta pergi dari hidupnya..

Sekarang perempuan itu disana, diatas tempat tidur yang lengang, meringkuk berselimutkan sepi. Mencoba pejamkan mata, agar gelap menghapuskan luka dan berharap esok ketika membuka mata, semuanya akan baikbaik saja.

“I wish upon a star, and said.. I hope too much love never kills me..”

Iklan

Single Post Navigation

21 thoughts on “My Life My Journey

  1. entah kenapa, tiba2 merasa tersindir…
    hikz 😦

  2. prabujayadiningrat on said:

    tulisan yang sangat berisi, baca dengan hatimu dan ambil hikmahnya…

    salam kenal πŸ˜‰

  3. Apakah bencana akan selalu berujung bencana…
    Entah. Who knows?

  4. Jahat bener ya, mutusin via SMS …

  5. jadi sedih bacanya
    *terharu*

  6. mudah2an si perempuan senantiasa bersyukur dan ikhlas karena diberi petunjukNya..semangat !!!

  7. “Ia menengadahkan kepala, mendung di matanya kini runtuh, air mata luruh menghujani wajah”

    Semoga air matanya dapat mengurangi rasa sakitnya walaupun tidak mungkin dapat menghapuskan luka-lukanya.

    Setelah dicabutpun, paku2 yang pernah tertancap di pohon itu tetap akan menorehkan luka dan meninggalkan bekas yang sulit terhapus.

    Jadikan sabar dan tawakal sebagai obatnya, mungkin dia bukan pilihan terbaik untuknya…

    Semoga ia-nya tak larut dalam kesedihan, berusaha dan tetap semangat!

    Salam hangat dan salam kenal, kangadesaputra.

    NB : Akang mengundang dara dan para bloger semua untuk mampir di blog akang dan… kasih komen ya!, Thanks.

  8. Seperti mimpi yang harus dilepaskan dengan rela karena pagi datang menjemput

    wew.. aku suka banget kalimat ini!!!

  9. Hari esok mentari kan bersinar kembali. Buka lembaran baru, segalanya ada padaNya. Mudah bagiNya utk mendatangkan pengganti…

  10. Dan pastinya esok kan baik2 saja (jika itu yang memang dia inginkan)

  11. Yeah, seperti tulisan di bros temen saya:

    Too Much Love Will Kill You!

  12. Seperti baca novel aja, genre-nyah melo dramatik…
    Ini kisah nyata ya.. πŸ™‚

  13. “Seperti mimpi yang harus dilepaskan dengan rela karena pagi datang menjemput”

    mimpi pagi2 jgua boleh kok.. yang penting masih tidur πŸ˜€

    “Apakah bencana pertama selalu mengundang bencana berikutnya?.”

    SEmoga bencana itu tidak mengkikuti jejak sinetron yang tiada habisnya . .

  14. β€œterkadang kita kerap menghitung kesedihan tapi lalai mengukur kebahagiaan. Sedapat mungkin ambil hikmahnya.”

    sar, makasih untuk kalimat itu. seperti mengingatkan aku tentang berapa banyak sudah kebahagiaan yang aku peroleh tapi selalu lupa ketika kesedihan datang.

  15. “………………………………………………………”
    emang bacanya gimana, Sar?
    eh, ini tentang siapa ya?

  16. my life is my journey and my blog is my message right? πŸ˜‰

  17. Malam itu mengisyaratkan raut rembulan yang murung, awan kelabu meratap disingkirkan kelam, seperti cinta yang tertoreh kekecewaan.
    Sekali lagi cinta pergi dari hidupnya..

    tragis banget ya, mbak!
    BTW, diksi mbak sarah ok banget, metaforis, eksotis, indah! salut!

  18. emang anto tuh beraninya cuma lwt sms
    *spid riding*

  19. Too much love would never kill you or me or anybody. Cinta akan mendamaikan dunia…

    Love gives me wings. i will fly….

  20. ini gara2 kebanjiran bukan Jeng?hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: