BuanaDara

Me and you VS the world

All My Life Changing Everyday in Every Possible Way

th_emo.jpg

Saat hujan turun, saat aroma tanah basah hinggap di penciuman. Sejenak ingin ku berhenti dan merasa, dengan segala perubahan yang ada dalam diriku.
Aku masih ingat ia dulu pernah berkata,
“Hidup di kota besar itu gag mudah loh, apalagi di Jakarta dengan usiamu yang masih seumur jagung.” ๐Ÿ‘ฟ
Ya ampun, tapi saat itu tetep saja ngeyel layaknya bocah 17 tahun yang masih memenangkan egonya.
“Kamu bakal ninggalin kuliah, disana kamu sendiri gag ada siapaSiapa, kan kamu gag bisa apaApa, mau kemanaMana juga masih minta dianter, cape ato sakit sedikit aja udah ngeluh.” ๐Ÿ˜•
He he..tapi bocah itu tidak ingin mengerti ini tentang benar atau salah, ketika memutuskan untuk melangkah melakukan sesuatu tanpa pertimbangan yang matang, hanya mengalir tanpa memikirkan cara. ๐Ÿ˜›
“Ya udah, tapi awas ya kalo nanti kamu ngerengek, dikitDikit telpon mama. Jangan nyesel. Jaga diri disana, jangan badung, inget tujuanmu apa.”
Dasar anak manja keras kepala, terlihat senyum puas dan penuh kemenangan di wajahnya. Saat itu ia hanya berpikir, hidup adalah sebuah pilihan, sudah saatnya berlari dan tidak berdiam lagi disini. Hi hi…kedengaran memang ego sekali yaa. :mrgreen:
Dan akhirnya…Here I am.. ๐Ÿ˜€ Ternyata waktu yang berjalan kini membuktikan, bahwa ini memang Jakarta!!! Tempat di mana semua mengawang, sampai kalimat gombal pun banyak diobral murah meriah di sini.

Semua yang sudah terjadi, halHal remeh dan mungkin tak berarti ini, akan membawa kita pada sesuatu. Dan berharap saat semuanya tiba nanti kamu masih bisa tersenyum ketika masa itu tiba.
Aku terima semuanya. Tak ada sesal, karena memang begitulah adanya.

Iklan

Single Post Navigation

40 thoughts on “All My Life Changing Everyday in Every Possible Way

  1. Hidup memang pilihan dan kita tak boleh menyesali pilihannya..

    Daripada menyesali pilihan hidup di Jakarta, mending milih buat pulang kampung saja…

    *hayah, sama ajah!!

  2. salam buat abang metromini yg melintas yah ๐Ÿ˜€
    terkenang angkutan semasa kecil hingga remaja di JKT

  3. @ Nazieb : Lhaa piye to. Podo wae’ mas.

    @ Didut : Abang metro mini.. dapet salam dari Didut. *teriakTeriak* Udah kaaan.. :mrgreen:

  4. Dasarrr kamu memang anak manja keras kepala ya.
    *ditendang sarah*
    Don’t give Up.! ๐Ÿ˜€

  5. Pilihan hidup memang susah tuk dipilih. Saya juga pernah merasakan itu, dan itulah kenapa saya berada disini sekarang (kuala lumpur). Tapi kita hadapi aja dengan tabah, selalu berpikir positif dan penuh semangat. ๐Ÿ™‚

  6. Ah tapi Tuhan memberikan satu anugerah kepada kita untuk dapat memilih jalan mana yang terbaik untuk kita… ๐Ÿ˜€

  7. Bilang aja ke mama, di jakarta ternyata lebih asik. Bisa kopdar bareng teman2 blogger, bisa nongkrong di BHI tiap jumat malem, bisa bangun siang siang ga ada yang cerewet bangunin, pokoknya, bisa aja. ๐Ÿ˜€

  8. “kalimat gombal pun banyak diobral murah meriah di sini.” … iyah, di jogja anto suka gitu juga kan? anto emang barang obralan, nduk …. ๐Ÿ˜€

  9. banyak gombal di jkt?
    sama saja dimana2 kalo urusan Gombal…

    Tapi yakin pasti sekarang dah betah ๐Ÿ˜€

    *dari yg udah betah di Jogja :p

  10. Ya, emang begitulah adanya….

  11. medforhelp on said:

    so cranberries….:)

    every possible ways = jakarta banget…….

    *lagi blogwalking tiba2 ngeliat blog ini*

  12. moco komentne ndorokakung dadi ngguyu awakku hehehe.
    Jakarta yak….saya malah pengen mindahin bisnis coffee toffee ke Jakarta.
    Tapi kalo susah malah pengen ke Samarinda.

    kalo idup lebih sreg di Surabaya ajah.

  13. Saya malah pengin pindah tinggal di Semarang… ๐Ÿ˜ฆ

  14. [ndrudududududu… moco komentare v66 ngguyu kepingkel-pingkel aku… jiakakakakaka….]

    ya hidup memang harus selalu berubah, kalo gak berubah berarti sudah gak hidup ๐Ÿ˜›

  15. I love Jakarta, tempat yang membuat hal tak mungkin menjadi mungkin, asal kita bekerja dan berkemauan keras.

    Benar Sarah, seorang ibu pasti kawatir mendengar anaknya ingin ke Jakarta…yang terbayang adalah kota yang orang-orangnya individualistis. Kenyataannya, Jakarta memang kota tak pernah mati, sejak malam sampai tengah malam lagi, kita masih menjumpai orang bekerja. Saya pulang kantor jam 12 malam pun, masih banyak kendaraan, masih banyak orang menunggu bis. Yang penting adalah bagaimana kita melihat, menyiasati…dan di Jakarta hidup setiap hari penuh warna yang membuat kita selalu rindu untuk kembali.

    (Tak terasa sudah 30 tahun tinggal di Jakarta)

  16. tetep belum bisa menapakan diri untuk mencari makan di Jakarta, terlalu sibuk dan terlalu ramai menurut saya..

  17. terus melangkah jeng

    *jangan lupa doa ye

    **lama2 jadi ibunya jeng sarah nih :mrgreen:

  18. Aku terima semuanya. Tak ada sesal, karena memang begitulah adanya.

    Betul itu ! Gak perlu ada penyesalan. Jakarta dengan segala warnanya juga menjanjikan banyak impian. Never quit hoping, dreaming, and trying. Dreams do come true if you spread your wings and fly

  19. yah waktu pertama memutuskan berjuang di Jakarta, banyak yang meragukan. dan mengkhawatirkan tentu saja… setelah hampir delapan tahun ada disini, ternyata ya emang begini lah adanya.. kalo menyesal malah stress sendiri..

    well, kalo boleh milih sih saya lebih milih tinggal di jogja dari pada disini. tapi apa daya jalan saya ternyata ada disini…

  20. jakarta? pantasnya (ukuran saya) cuma untuk transit saja, bukan untuk berlama-lama ๐Ÿ™‚

  21. antobilang on said:

    sarah, aku cuma mau ingetin kamu jangan sering mengeneralisasi.
    kamu bilang jakarta banyak mengobral kalimat gombal, itukan cuma NDORO. kok bisa2nya kamu menyalahkan seluruh jakarta atas kegombalan NDORO.
    ๐Ÿ˜†

  22. semoga kamu betah-betah aja tinggal di jakarta. ^^

  23. akhirnya betah kan…karna banyak kawan (blogger) ๐Ÿ˜€

  24. This post is very hoting, and this blog is high ranked in
    the top blogs report
    . You can
    earn some money with a good blog
    like this.

  25. Aslkm…

    semua bermula dari impian lalu bisa saja menjadi nekad…

    hebat mbak ya…

  26. Balik ke FISIP, balik….

    *dibunuh*

  27. kalau kita nggak pernah men-coba, kapan kita pernah tahu kita bisa atau tidak kan? salut buat kamu yaks ๐Ÿ˜‰

  28. memang susah koq memilih… dulu sipil pindah ke elektro.. sekarang ngerjain finance :p

  29. kembalilah ke jogja.. jogja merindukan mu

  30. betapapun kerasnya ibu tiri tapi tak sekejam ibukota jakarta hehehe…. ๐Ÿ˜€

  31. hidup berawal dari keputusan kecil yang menghasilkan sesuatu yang besar

  32. hmm….

    jakarta ya…

    aku nggak pernah punya cita-cita tinggal di jakarta.

    Aku punya 3 tempat di Indonesia yang pengen aku tinggali selama hidup : Bali, Bandung, Papua ๐Ÿ˜€ (loh, jogja ga masuk ya?!)

  33. “Ternyata waktu yang berjalan kini membuktikan, bahwa ini memang Jakarta!!! Tempat di mana semua mengawang, sampai kalimat gombal pun banyak diobral murah meriah di sini.”–> hehehe, sering mengalami, ya, sar? ;p

  34. Kamu belum mengenal Jakarta apalagi Jancukarta Ngadikere kalau belum mengenal saya! Bwahahahaha!! **nepuk2 dada & batuk2 fals**

  35. Semangat, sekejam apapun jakarta , aku tetap cinta ๐Ÿ™‚

  36. Saya masih tidak suka Jakarta. Itulah sebabnya saya masih tetap tinggal di Bandung, meskipun pekerjaan (hampir semua) ada di Jakarta. ๐Ÿ™‚

    I love Bandung sooooo much. ๐Ÿ™‚

  37. blog penuh cinta dan aroma bunga! ๐Ÿ™‚

  38. S417G P317@KLUK on said:

    Tidak ada yang salah dengan Jakarta ataupun bagian bumi lain dimana sang Mahkluk berada, ingat lah sang Mahkluk itu sendiri yang menyalahkannya dan membuat kesalahan … bukan Jakarta ataupun Dunia…jika sang Mahluk bersalah dan dapat memperbaikinya, maka dimanapun ia berada, ia akan berkata “Jakarta dan Dunia tak pernah bersalah mereka terlalu indah, Akulah penyebab segalanya”. Taklukan dan gapai semua yang terbaik untukmu.

    Dalam tiap detik usiamu yang berjalan seiring takdir SANG KHALIK, semua panca indramu akan beraksi terhadap apa yang ada di hidupmu, dan akan tercipta kamus pribadi yang abadi dari tiap panca indramu, artikanlah kamus itu sebaik-baiknya.

    Aku dan Mereka akan selalu menjagamu, karena kau bukanlah intan berlian ataupun keindahan dan kecantikan, tapi kau adalah Darah.

  39. @ S417G P317@KLUK : Waaa…. ini komen yang mencerahkan sekaliii.
    Makasiii kakak ku dirimuw sudah mampiiir dan komen di blogku… ๐Ÿ˜€
    seringSering atuuh… hi hi :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

  40. tuyulk3c1l on said:

    “Ternyata waktu yang berjalan kini membuktikan, bahwa ini memang Jakarta!!! Tempat di mana semua mengawang, sampai kalimat gombal pun banyak diobral murah meriah di sini”

    aku belum pernah ke tinggal dijakarta.
    walau cuma beda sejam dua jam, aku jarang ke jakarta
    emang benar seperti itu, ya??

    wah … wah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: