BuanaDara

Me and you VS the world

Archive for the month “April, 2008”

Dia… Tentang Dia

Bulan yang muram itu seakan masuk ke dalam diriku..

Kupelajari kembali catatan harianku selama ini, pelanPelan kubongkari bagianBagian yang selama ini menembus hatiku, lama mulai kukunyah. LambatLambat mulai aku dapatkan kembali gambaran yang agak jelas tentangmu. Ia mulai berubah demikian pula dengan sejarah.

Dulu tutur katamu manis terdengar dan memberi harapan dalam setiap keputusasaan, tapi mengapa kini hanya janji kosong yang menenggelamkanku pada keresahan? Adakah keraguan itu sekarang menjadi kenyataan??
Aku berani menunggu dan terus menunggu, mengapa kau tak menghargai kesabaranku? Lihatlah aku jatuh tersungkur dalam pasrah dan sabar yang teramat sangat…

If I didn’t have you then
What will become of me?
If I had never met you
How would my life be?
Would I be the same?
If I’d been loving antoher name
Would I stay untamed
Would there be any aim?
So whom I will be…..

Malam makin larut, I didn’t dari Daniel Sahuleka mengalun lembut di telinga.

Supir Sial

Jogja siang itu terasa sungguh panas luar biasa. Sengit sang surya menyengat kulit. Kenapa Jogja itu panas dan bikin hitam?? Tapi Jogja itu indah dan ngangenin 😉
Akh…lelahnya tapi juga terasa lega akhirnya selesai juga. Seminggu shooting di Jogja diantara teriknya matahari. Dari malioboro, candi prambanan, candi plaosan, candi sewu, solo sampai ke semarang akhirnya kembali ke Jakarta. Alhasil tangan jadi belangBelang, separo hitam separo putih seperti zebra saja 😦

Ada peristiwa yang sangat menyebalkan ketika pulang ke Jakarta. Siang itu pesawat baru saja mendarat, aku menuju ruang bagasi untuk pengambilan barang. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, setelah itu aku melangkah keluar di antrian taxi blue bird. Badan terasa lelah, pikiran lagi blank, ingin segera leyehLeyeh di kasur yang empuk. Tanpa pikir panjang karena kelamaan menunggu akhirnya naik taxi Diamond. Sampai di tujuan aku bayar taxi sesuai argo, tapi siapa sangka setelah pembayaran taxi itu malah kabur sebelum menurunkan dua koper di bagasi. 😯
Aku kaget, teriakTeriak, taxi malah kabur. Dua temanku langsung mengejar taxi itu dengan motor, namun sayang taxi menghilang tanpa jejak.
Aku menghubungi pihak kepolisian untuk melacak supir taxi sialan. Sore itu sekitar pukul 5 aku dihubungi pihak polres bandara untuk segera datang kesana, akhirnya supir sialan itu diketemukan. LakiLaki tua separuh baya lebih, umurnya mungkin hampir sama dengan kakekku. Dia minta maaf dengan alasan dia lupa untuk menurunkan barang di bagasi. Aarrrrrggggh….!!! aku heran bagaimana bisa lupa ada dua koper besar lupa diturunkan?!! 👿
Barang di koper itu memang ditemukan tanpa cacat tapi HP N 95 yang tertinggal di jok belakang melayang. Akh…padahal itu berisi data dan nomor penting. 😦 Yah…memang lagi apesss pesss.. aku juga yang ceroboh. Jadi ngeriiii naik taxi yang gag jelas asal usulnya. Pengalaman yang harus dijadikan pelajaran. Maka…berhatiHatilah para blogger sekalian, jangan sampai peristiwa ini terjadi pada kalian. Waspadalah…. waspadalah..!

Rindu


Hujan bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakan rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu dijalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

*sapardi djoko darmono*

I wish you weren’t so far away…
It’s hard to mail a Hug.

Melow Semelow Melownya

I hope somebody cares..

If the sun is shining in my world today

If the dreams in my life come true

Somebody who will accept me for what I am

and encourage me to be even more..

Somebody to rely on when things go wrong,

to hold, to talk , to touch

Tell me that I’m not alone

And I wish upon a star

Somebody is You…

My Friend and I

“If someone asked me, What was the greatest moment of my life… I’m gonna said this is the greatest moment of my life.”

Aku terus mengetik, membiarkan kalimat terangkai di bilik kenangan. Seperti merekatkan kembali keping demi keping yang tertinggal.
Melesat menembus ruang dan waktu. . . .
Aku sedang sibuk memandangi satu per satu tumpukan foto di atas ranjang berwarna putih. Ku angkat selembar. Lama aku menatap foto itu, tertegun melihat wajahWajah yang tak asing.. gambar di dalamnya seperti bergerak di luar kendaliku. Fotofoto jadul yang menghadirkan sekelompok orang dengan gaya anehnya masingMasing sambil berpelukan, berderai tawa.
Album kenangan dari masa silam. . .
Sebuah tongkrongan kaum hawa yang hoby ke mall, doyan makan, nonton, nyalon, suka belanja dan paling sadis kalo lagi nawar harga, jago nyanyi dan suka karaokean dan pernah bermimpi suatu saat buat group band sendiri, punya ritual curhat dan ngegosip setiap malam rabu, cerita semua hal yang penting dan gag penting, semuanya manusia yang sibuk mencari sesuatu yang baru. Sekumpulan anak manusia dengan pola pikir yang berbedaBeda. Terkadang suka ribut hanya karena masalah sepele, kadang geblek juga suka sok tua dan sok tau atau egoisnya anak SMA yang gag ketulungan yang kerap ingin didengar dan diperhatikan. Menangis dan tertawa bersama. Dunia yang putih layaknya tingkah laku yang masih polos, melangkah menentukan pilihan untuk mencari jati diri.
Semuanya terasa begitu berarti, sebuah perjalanan tentang persahabatan, tawa, cinta, mimpi dan kerinduan. Semua tersimpan indah di rak ingatan…

Bumi terus berputar
Waktu berjalan iringi langkah
Mendewasakan perasaan jiwa
Kutitip doa di setiap hela nafas
Semoga cita dan cinta kelak
Akan tetap milik kita

Post Navigation