BuanaDara

Me and you VS the world

Silence Night in My Room

th_thirteen_tales__redemption_by_zemot.jpg

Sebagian orang berlaku tidak jujur dan sebagian lagi munafik. Terkadang orang menepati janji mereka, tapi terkadang mereka tidak menepatinya. Terkadang orang mencintai dengan setia dan tulus, bahkan tanpa syarat. Terkadang mereka membenci, menolak, mengabaikan, atau mengkhianati. Beberapa orang menyukaimu dan beberapa orang tidak menyukaimu. Beberapa orang membantu dan beberapa orang mengkhianati, ada orang yang memperhatikan perasaanmu dan ada orang yang menginjakInjaknya.

Bisakah kamu merasakan pahit dan sakitnya bukan menghindarinya? Merasakan sakit tersebut tanpa harus melakukan pembalasan??…

Iklan

Single Post Navigation

62 thoughts on “Silence Night in My Room

  1. Hmm… Ini knapa mba??
    Di kamarnya lagi memikirkan sesuatu yah…

  2. Susah Sar,..
    cenderung selalu membalas, bahkan kasar..ego? maybe…

    dan baru sadar,..
    ketika yang dikasari mengaku sakit….

  3. Saya yakin kalau antok itu jujur dan tidak munafik.

    :mrgreen:

    *minta traktiran antok*

  4. Pagi, buka blog sudah baca postingan kaya gini.
    It’s Fact of live, Dan memang sedkit orang yang bisa menerima tanpa membalas.

  5. kesabaran itu memang mahal harganya ….. have a nice day πŸ˜€

  6. bernafsu banget sih mo nyiksa sayah . . . . .
    asal sepakat . . .untuk Sarah ga papa deeee . . πŸ˜›

  7. wah kayanya lagi sebel ama seseorang ya mbak?? :mrgreen:

  8. bagaimana klo begini: suka, tidak suka, pahit, sakit hati anggap saja sebagai bagian kehidupan yg hrus dijalani. nanti kan enteng rasanya sar..

    ya sudah kita hunting sepatu saja yuk buat obat hati πŸ˜‰

  9. love that pain and share it with the other, and enjoy it

  10. wah yang terakhir itu yang saya belum bisa. kalo disakiti, biasanya orang akan membalasnya 2 atau 3 kali lebih sakit :mrgreen:

  11. ya kadang kesendirian membawa hikmah bagi kita,bahkan kekuatan!

  12. apakah sakit bisa dihindari?
    merasakan, kemudian membalas bila perlu eh? :mrgreen:

  13. berat jeng, gk semudah yg di bayangkeun

  14. Mari kampanye No-Hurt-Feeling πŸ˜›

  15. blu3shoes on said:

    Sebagian bsr wanita emang slalu m’gunakan hati ketimbang logika ..dan tak jarang mereka merasakan pahit tnpa menghindarinya dan tnpa membalasnya hnya krna m’cintai apa yg dimilikinya

  16. hihihi…saya kadang ga ngebales, tapi udah ada yang balesin tuh.. πŸ˜€

    *nunjuk nunjuk yang di-Atas*

  17. Terkadang sakit itu diperlukan..
    Untuk mengingatkan kita betapa berartinya kebahagiaan..
    Untuk mengingatkan betapa menderitanya kala disakiti orang lain..
    Untuk mengingatkan kita untuk tidak menyakiti orang lain..

    Melakukan sesuatu pada orang lain..
    Seperti yang kita inginkan orang lain lakukan pada kita..

    Tidak melakukan sesuatu pada orang lain..
    Yang kita sendiri tidak berkenan menerimanya..

  18. yah itu bagian dari perjalanan hidup lah… mau ngga mau pasti ketemu. nanti juga ada yang bales, ada Yang Maha Kuasa gituuuuh… πŸ˜€

  19. rasanya kok sulit ya merasakan sakit tanpa membalas perlakuan tersebut… tetapi jika itu terjadi maka betapa mulianya orang itu

  20. Justru karena kadang-kadang itulah makanya mahluk itu disebut manusia. πŸ˜€

  21. Justru kalau kita sebel, kita jadi mengingat terus apa yang menyebabkan sebel tadi. Tapi kalau kita memaafkan dan ikhlas, maka kita mudah lupa dan bisa memikirkan yang lain.

  22. mmm…ada saat memberi, ada saat menerima? sama ga ya? :d

  23. Saya malah seringnya ingin membalas tanpa ingin measakan..

    *halah..

  24. sapa yang nyakitin kamu? hah?

    *ngasah gobang ama minyakin ruyung*

  25. Waah, sedang melamun yach?

  26. rasa sakit harus dibalas, Sar. balaslah dengan kebaikan! niscaya lebih cepet sembuh.
    gw udah pernah ngebuktiin.. πŸ˜€

  27. aduh…balas dendam adalah hak mereka yg dianiaya… πŸ™‚

  28. seperti bakpo, kadang di atas, kadang juga di bawah..
    eh, roda..

  29. idup ituh warna warni….kalok cumang item ya…gak enyak…yang jelang eh jelas….ENJOY AJAH….

  30. keikhlasan
    itu kuncinya
    dan kita bisa

  31. nah, kalau begitu bukannya lebih baik gak peduli sama orang yah.. biar gak disakiti, biar gak dibohongi..

    jangan sampai menyakiti diri sendiri aja atau membohongi diri sendiri.

  32. merasai sakit kadang diperlukan untuk menakar kualitas rasa…..entahlah

  33. daeng limpo on said:

    Tegar…………….

  34. saya sangat terkesan dengan teman saya yang selalu bilang… lebih baik mati daripada ingkar janji….

  35. Berat memang untuk tidak mendendam…

  36. Hm, sbgai manusia kita perlu belajar sabar. Apa yang kita rasakan sakit sekarang ini lebih ke sakitnya duniawi. Cemburu, marah, kesel, benci semua termasuk dalam itu. πŸ™‚

  37. kata seorang teman,
    bukankah kita tu terang, karena adanya gelap?
    bukankah kita bisa merasakan apa itu kebaikan,
    karena ada keburukan?

  38. kamu sedang dikhianati? menunggu seseorang yang tidak muncul. hubungi saya, dokter cinta onlen 24 jam.hehehehe…

    maapken ndak penting *sungkem*

  39. ada yang lagi sebel karena merasa di khianati ?

  40. waduh, putus cinta kah? semoga cepat mendapatkan yang sejiwa… ;))

  41. Huah…dalem banget dan sangat sangat sama dengan suasana hati saya yang lagi sensi.. halah.. dadi curhat

  42. calonorangtenarsedunia on said:

    Membalas bukan berarti kita tidak menikmati rasa sakit kan?

  43. sarahtidaksendiri on said:

    Untuk ngedapetin kemuliaan kadang2 Qta hrs melewati kesakitannya lbh dulu…
    Belajar menerima kenyataan walau kadang menyakitkan…
    org yg plg sering ingkar janji adalah org yg plg srg berjanji, musuh terbesar bs jd adalah org yg terdekat dgn Qta…
    πŸ˜€

  44. “Bisakah kamu merasakan pahit dan sakitnya bukan menghindarinya? Merasakan sakit tersebut tanpa harus melakukan pembalasan??…”

    Saya pernah bertanya tentang sabar pada seorang guru. dan dia menjawab:

    “Sabar itu bukan berarti diam!! Bila kamu di disakiti, Balaslah dia (dengan jalan yang baik dan benar). Berarti kamu telah berbuat sabar

    Saya sangat setuju dengan pendapat itu tapi.. apa yang dimaksud dengan baik dan benar??? saya masih mencari .

    *hehe dah kepanjangan ga nyambung lagi ya*

  45. ini bukan lagi mbahas fetish yang aneh kan?

  46. Bisakah kamu merasakan pahit dan sakitnya bukan menghindarinya? Merasakan sakit tersebut tanpa harus melakukan pembalasan??…

    kyknya nggak πŸ™‚

  47. saya belum bisa seperti itu.. hmmm…

  48. # 46 :

    ah..yang bener? atau jangan-jangan anda itu jangan-jangan? πŸ˜€

    *sembunyi*

  49. #48:

    *injek-injek Rio*

  50. kesabaran manusia juga ada batasannya sar … jangan terus demi cinta, kita trus menyiksa diri kita sendiri …

    intinya adalah .. kontemplasi … okeh ??

  51. Bisakah kamu merasakan pahit dan sakitnya bukan menghindarinya? Merasakan sakit tersebut tanpa harus melakukan pembalasan??…

    hmm…, andaikata seandainya misal gitu loh πŸ™„

  52. Aku sering merasakan rasa sakit dan pahitnya cinta… Tapi, kadang juga menghindar itu pun untuk meredamkan suasana…

    Fuh.. 😦

  53. oh ini to yang namanya sarah..hmm…salam jabat tangan …cao..!!!

  54. merasakan sakit tanpa pengen membalas, hahaha..BEEN THERE, DONE THAT!!

  55. Bukankah dalam semangkuk sup yg enak ada bercampur rasa asin, asem, manis, dan terkadang pahit yg menyegarkan?? Itulah daya tarik dunia manusia yg konon bahkan membuat malaikat tertarik utk turun menikmatinya … πŸ™‚

  56. hmmm.. lagi knapa ya?? *bingung mode ON*

  57. “minumlah jamu pahit dngan campuran air sedanau, jangan minumjamu pahit dengan secangkir teh”

    salam kenal mbae!!…

  58. Forgiven is not for sale, nor the will to forget.

    Orang bisa tegar karena imun, sakit sedikit lalu sembuh, tidak hanya sekali-dua kali dan seterusnya tertempa oleh ruang dan waktu. Menjadi tegar bukanlah tujuan, juga menjadi lemah bukanlah alasan.

  59. Ketika aku dalam situasi begitu, ketika hati ingin mendendam, ketika semua nya sedang berkemelut kembali aku tanya ke diriku sendiri…

    “aku bukan dia, aku tidak seperti dia”

    Setidaknya itulah yang bisa membuatku menikmati setiap bagian bagian dari sakit itu….

  60. Wah.. gw setuju tuh. That is the reality !!
    Sebagai manusia yg berkembang dan semakin dewasa harus berusaha terus dan terus utk bisa lebih mawas diri dan nrimo menghadapi kondisi apapun πŸ™‚
    Satu suara !!!

  61. jangan letakkan harapmu dalam angin yang berhembus
    karena diriku hanyalah kondisi mental yang terus-menerus berubah

  62. pembalasan itu malah membuat segalanya semakin menyakitkan. puas sesaat berujung sesal selamanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: