BuanaDara

Me and you VS the world

Archive for the month “Mei, 2008”

Ritual Penyakit yang Menyebalkan

Aku memang keras kepala, ceroboh, tidak terencana, pelupa. Dokter sekerasKerasnya melarang agar aku jangan kecapekan, dan menjaga kondisi agar tetap fit, jangan begadang, jangan minum es, jangan makanan yang berminyak, jangan stress itu yang utama karena cepat memacu kambuhnya penyakitku. Makan dan istirahat teratur. Sudah terlalu kebal aku mendengarnya.

Bulan ini mendetoksifikasikan diri menjadi terasa lebih penting, hidup orang berbeda dalam suka duka dan tantangan. Pasrah, ikhlas , bersyukur dan belajar positive thinking itu penting. Juga detoksifikasi terhadap isi perut yang terkadang terjejal makanan tanpa gizi.

Kepenatan ini sungguh diambang batas, aku ingin segera berlibur ke tempat terpencil memandang alam, menikmati udara segar. Dua minggu ini menjadi hari yang melelahkan, aktivitas yang cukup padat dituntut cepat dan belum juga selesai terjadi di lingkunganku belum lama ini. Kondisiku beberapa pekan ini sungguh tak terlalu baik, apalagi imsomnia hadir memeriahkan malam, tergurat lelah di raut wajah karena kesibukan yang dilakukan akhir ini. Segepok obat dengan merk yang memusingkan itu sudah menjadi benteng pertahananku. Sembari terus mencoba bertahan sekuat hati dalam kelelahan yang amat sangat.

Sore itu, menjadi puncak kelelahan yang hampir bersinggungan dengan kegilaan emosi dan memang tidak menyenangkan. Di tengah lokasi shooting, saat sang sutradara berteriak Action….. tibatiba dialog yang sudah di luar kepala tak terucap sepatah katapun dari mulutku. Bernafas menjadi hal yang sangat sulit, dada sesak, kepala terasa pusing, ditambah batuk kering dan flu yang tidak juga pergi. Menyebalkaaan…. benteng pertahananku ambruk, drop. Membuat heboh semua orang di lokasi shooting sore itu. Hari itu shooting akhirnya di pending, sungguh merepotkan saja.

Mata mulai meredup, mereka segera membawaku ke mobil, mengantarku ke rumah sakit untuk inflasi. Lama sekali..menembus kemacetan Jakarta yang tidak bisa diajak kompromi. Sesampainya disana aku langsung dibawa ke UGD, dibaringkan disebuah kamar pasien, diberi oksigen lalu menyuntikan cairan obat ke dalam tubuhku dan memberiku makan segepok obat enam macam dengan ukurannya yang menyeramkan.

Aarrrrgghh……!!! paling malas rasanya berurusan dengan dokter. Aku sudah muak dengan berbagai macam ramuan kimia yang katanya baik untuk mempercepat proses kesembuhanku.
Yaa….kulihat sekitarku raut muka cemas orangOrang itu, menjadi terharu melihatnya, mereka begitu mengkhawatirkanku.. senang rasanya bisa menjadi bagian yang dikhawatirkan, diperdulikan, akh… kamu seperti haus kasih sayang saja. Menyedihkan…

Sedetik ingin berteriak, “Capeek..aku lelah. Tenagaku tak tersisa.. aku tak ingin sendiri lagi!!!!.” aku ingin dia duduk disampingku, Akh….itupun jika dia ada waktu. Tunggu…mengapa sosoknya spontan terbesit dikepalaku, sosok seseorang disana membias dihatiku. Sudahlah jangan mencemaskan apa yang tak perlu kau cemaskan. Sabar…lepaskan…ikhlaskan.

Sepertinya tak perlu membahasnya panjang lebar, aku tak boleh mengeluh. Aku tak mau jatuh, tak boleh runtuh..apa yang sudah kubangun dengan susah payah. Jangan mengecewakan orangOrang yang terdekatku..ibuku.
Aku belajar dan tertempa untuk terus melangkahkan kaki bersama sang waktu untuk menuju satu tujuan. Mengayun langkah, setapak demi setapak, walau lambat, dan pelan. Sambil menghela nafas panjang dan berkata….

“Aku tak ingin menyerah dari semua… dari citaCita,
tapi tau dimana saat aku harus pasrah.”

LagiLagi ini postingan curhat, gag perduli. Aku hanya ingin menuliskannya, dan salah satu mimpiku suatu hari kisah ini dapat kurangkum menjadi sebuah buku. Sudah lama gag posting. Waaaah….panjang juga yaa. 😀

Iklan

Post Navigation