BuanaDara

Me and you VS the world

When He Goes Wrong

Kehidupan terjadi dengan caranya sendiri. Kehadiran dia dalam hidup adalah sebagai pelengkap jiwa. Namun, jika membuat perasaan jadi tidak nyaman, maka hubungan patut dipertanyakan. Mengapa sayatkan luka antara pedih mencinta dan bahagia terdera??? Ada saatnya terjebak dalam suatu hubungan yang melelahkan, bahkan menyiksa. Dan tidak sedikit yang memilih untuk bertahan dalam kondisi hubungan seperti itu ketimbang mengakhirinya. Rasa sayang dan kebiasaan bersamanya membuat seringkali berpikir untuk memaklumi dan memberi kesempatan lagi, berpikir mungkin suatu saat dia bisa berubah. Inilah kelemahan seorang wanita, gampang memaafkan dan percaya rayuan gombal bahwa dia bisa berubah. Bertindak memang tidak semudah berkata. Dan, terkadang apa yang di dambakan itu gag seindah apa yang pernah dikira.

Awalnya begitu indah kini berubah 180 derajat. Ada yang terus mengulang kesalahan yang sama. Dulu begitu perhatian, pengertian, enak diajak ngomong, bisa diajak curhat. Dulu selalu ingin tahu keadaanmu dan memastikan baik-baik saja. Tapi makin lama perhatiannya berkurang, tiba-tiba dalam jangka waktu beberapa bulan kemudian, frekuensi SMS manis ato telpon penyemangat mulai berkurang. Hemmm, bahkan tak jarang ia suka menghilang. Sampai hampir mati penasaran rasanya.! Eh…tiba-tiba selang beberapa minggu kemudian ada SMS masuk. Lalu tersentak kaget melihat namanya muncul di inbox. Dan, ya..ya… mulai bertemu lagi. Tapi setelah satu bulan kemudian dia menghilang lagi.
Stres gag?? Apakah maunya?

Punya pacar rasanya seperti gag punya, jarang ketemu, ditelpon susah..jarang di angkat terkadang cuma ada voice mail, kurang komunikatif. Tak jarang dia berbohong dan memberi alasan yang tidak tepat, bilang dirumah ternyata di tempat yang lain. Selalu ada acara ato aktivitas, sibuk dengan dunianya sendiri.
Lalu dimana tempat kita di dalam kehidupannya?
Yaa…dia yang timbul dan tenggelam, Apakah ini tanda-tanda seseorang yang tidak serius dalam hubungan? Hanya dijadikan ibaratnya salah satu tempat singgah, ato hiburan selingan, dan dibuat sakit hati pada akhirnya Huhu…koq jadi kayak mainan.
Pernahkah kamu menghadapi seseorang seperti ini?
Memilih untuk mundur ato terus maju??

Hidup adalah pilihan, bahkan tidak memilih pun merupakan pilihan.

Iklan

Single Post Navigation

34 thoughts on “When He Goes Wrong

  1. mengapa mempertanyakan perbedaan? bukankah perbedaan membuat insan saling mengenal?

    ketika ia membiarkanmu sendiri dalam sepi mungkin ia sedang mengujimu.. mencoba mencari apakah selalu ia yang hadir dalam mimpimu..

    *sok tau* :p

  2. Butuh selingan? 🙂

  3. konon ketika cowok berburu cewek, dia akan begitu manis, perhatian, dan berusaha sedemikian rupa untuk mendapatkan itu cewek. dan setelah berhasil mendapatkan, perburuan selesai. cowok menjadi merasa tidak ada tantangan lagi dan lama kelamaan akan terasa hambar. cmiiw, tapi itu berdasarkan beberapa pengalaman teman saya.

  4. ehm, gimana yaa? hahaha, saya laki-laki seperti gambaran anda..

  5. hei,
    ini saran dari seorang mantan copet dan mantan supir
    tentang kisah adinda…

    TAHUKAH ANDA CIRI-CIRI BILAMANA ANDA DIJADIKAN “PACAR SEKEDARNYA”, ciri-cirinya adalah bilamana hubungan anda dengan pacar anda :

    “jarang ketemu, dia ditelpon susah, kurang komunikatif, dia berbohong, alasan Selalu ada acara, sibuk dengan dunianya sendiri’.

    JIKA HUBUNGAN ANDA BERCIRIKAN HAL DIATAS, MAKA BENAR, ANDA ADALAH PACAR SEKEDARNYA…..

    lam kenal neng… 🙂

  6. saya memilih mundur, menjatuhkan pilihan pada kandidat lain, atau sendirian dulu untuk sementara waktu..
    maksa bersama? capeeeeeek… dan sakit hati, jadi mending ga usah aja cuma hanya sekedar status “punya pacar” 🙂

  7. penamedan on said:

    Benar. Hidup ini pilihan. Dan saya -jika berhadapan dengan kasus kayak gitu- lebih pilih menikah segera.

    Susah jadi pacar yang baik, tapi jadi suami/istri yang baik Insya Allah lebih mudah

    Salam cinta dari Sumatera Utara,
    http://www.mybinjai.wordpress.com
    http://www.penamedan.wordpress.com

  8. err…
    kamu di sia2 tho ?? mungkin lagi sibuk atao lagi sakit amandel ??

    tapi. hubungan itu menurut saya tidak selalu tentang komunikasi dan pertemuan,.. tidak ketemu dan kangen juga termasuk..

    tapi klo sudha ngga nyam nyam ya sudah ..

  9. hidup itu bukan pilihan, karena kita tidak pernah memilih untuk hidup. Lagian dulu siapa yang nawari kita hidup?
    nah, untuk bisa hidup asoy baru kita harus pintar memilih..

    termasuk memilih ulang pacar..

    lam kenal juga

  10. savetheforest on said:

    iya,, saya juga mengalamin nya..
    dan itulah yang saya alamin beberapa minggu kemaren..

    sya sering sekali bahkan frekuensi sms dan telp sudah melewati batas kewajaran..
    namun, akhirnya saya ketemu dengannya, setelah pertemuan itu ia menghindar..

    sms ga dibales, telp direject, dtng kerumhnya diblng pergi melulu..
    hmm

    sekrng sya sudah ga tau apa yang harus sya lakukan,,
    sya cm pengen penjelasan dari dia, itu saja..

    loh kok curhat.. :((
    hehe

  11. kalau rasanya tidak enak hentikan saja, jangan suka dipaksa nanti hasilnya kaku. 🙂

  12. oh, pantes sekarang kamu jarang SMS aku, hihihi …

  13. semoga saya nanti tidak seperti itu…..
    amin…

  14. putusin ajah..

    bakar orangnya fotonya!

    😀

    ah, sayang aku udah berdua, sar.. 😀

  15. klo pemicunya orang ketiga gmn sar ?
    tambah berat lagi tuh 🙂

  16. gini aj sar,
    putusin ajah n bilang “ak lagi pengen sendiri dulu” 🙂
    tapi gak tahunya ada maksud laen…y itu tadi orang ketiga

  17. waduh.. berat ini…

  18. kurang lebih kok sama ya sar. ah sudahlah, bagiku, sudah saatnya ngambil keputusan.

  19. seperti hukum ekonomi: manusia lama kelamaan akan mempunyai titik jenuhnyah jugax…….
    tapi apakah dengan segampang ituh, terkadang sesuatu yang mudah kita persulit sendiri, manusia punya akal dan perasaan, memang terkadang wanita mempunyai kecenderungan menggunakan perasaannya, namun otak yang jernih perlu jugax digunakan dalam mengambil jalan terbaik………
    meski demikian, ada hal-hal prinsipil yang terkadang secara egois kita terapkan dalam diri.
    kita terkadang lebih memandang buruk lawan tanpa introspeksi keburukan diri………
    kita tidak bisa berkata “aku menyesal dulu ah” sebelum melakukan sesuatu, karena memang penyesalan ituh datang di akhir cerita………
    *nulis apa akuh inih, pingsan* 😦

  20. bukannya naik turun hubungan itu biasa ya?

    *salam kenal

  21. smoga saja diriku g seperti cowok yg mbak ceritakan..

  22. Martiabisri on said:

    kalo hubungan kaya gini dah g sehat dech…..
    soalnya aku pernah ngalamin…sakitnya bukan main…
    akhirnya aku harus memutuskan kalo sendiri dulu sementara waktu adalah jalan yang terbaik….

  23. saran saiah sih maju terus..bukan kasudnya maju untuk meneruskan hubungan,,tapi maju untuk mengetahui kebenaran..ada apa dibalik ini semua..

    hihihi…

  24. maafkan aku hanih………aku sedang sibuk 😳

    *kabooooooooooooooooooooor

  25. tinggalin aja, mbak..! ngapain nunggu cowo yang kaya gitu. bener2 hubungan yang ngga sehat.. bikin sakit hati mulu, pasti ada di luar sana yang lebih baik kan? 😀

  26. waduh..saya banget :D..tapi setelah diberi kesempatan ternyata tidak berubah bahkan makin berulah..mundur dan dicut lebih baik..

    daripada bertahan tapi menyakitkan?

    masih banyak cowok dan duda-duda keren yang lebih baik diluar sana…

    🙂

  27. masih ada saya kan? hehehehe

  28. I think…. he’s looser! *sorry to say*….. lebih baik jauh2 aja… ga usah mikirin perasaan cinta… karena dia sendiri ga menghargai cinta… I ever on tht situation, then we broke… But finally, akhirnya saya bersyukur karena sudah jauh dari dia dan mendapatkan seseorang yg jaaauuhh lebih baik…. 🙂

  29. hmmm kamu cuma dianggap ada kalo dia pas ingat…
    masih banyak cowok yang lain nduk…
    ngapain buang buang waktu sama yang satu itu….
    pacaran paling asyik kan kalo saling menghargai dan membutuhkan ?
    wesss…tendang jauh saja…
    Itu diatas banyak cowok cowok yang ngantri…tinggal comot satu.

  30. Hmm… sepertinya memang benar kurang serius. Mungkin sudah ada “yang lain” disebelah sana. Bisa jadi “yang lain jilid 1” kurang cocok, jadi kembali ke kamu, kemudian ketemu “yang lain jilid 2” maka kembali menghilang.

    Kalo anda dijadikan ban serep, maka jadikanlah dia kunci serep 😉

    Sering mengobral “maaf” ?? Kalo minta maaf sebagai solusi, untuk apa ada polisi??

  31. sama.. hufft.. emang cape bgt iia hub. keya gt?sok gga butuh! pliz de, bilang aja kl emng uwd maless pacaran! dqr w gga bs cari yang lebii apa? hiks.. ternyata ada jg iiang senasipph.. howalah jadi curhat nee.. muwph iia.. piss!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: