BuanaDara

Me and you VS the world

My Life My Way

Dia tak pernah marah meskipun aku memborbadir-Nya dengan permintaan yang seringkali tak masuk akal. Dia tak pernah berhenti memberikanku berkah, rahmat, dan rizki meskipun aku lupa pada-Nya. Dia selalu membuatku dapat berhenti sejenak dan mengayun langkah, untuk melihat betapa aku masih diberikan kekuatan untuk mengucap syukur atas adaku saat ini.

Lama tidak menulis tiba-tiba mendadak religius, mmm…bukan religius sebenarnya hanya saja aku mulai memberikan ritual dalam hidupku agar dapat menjadi lebih dekat dan terikat pada-Nya. tak ada yang salah kalau pada satu saat aku ingin lebih meluangkan waktu dengan diriku sendiri dan Tuhanku. Untuk lebih menghargai hidup, menyayangi hidup, dan berupaya untuk menikmati hidup.
Berucap syukur masih diberikan kesehatan, kekuatan, dapat makan setiap saat aku ingin makan, masih ada tempat untuk berteduh, dan masih diberikan senyum dan tawa, keluarga yang hangat tempatku bisa bermanja.
Tidak berada di bawah terik sinar matahari, menyodorkan tangan, seperti mengemis mengiba meminta-minta di perempatan jalan lampu merah, bercucuran keringat dan merasa kelaparan atau merasa kedinginan ketika malam dan kebingungan mencari tempat bermalam sehingga tidur dibawah kolong jembatan. Sungguh, betapa yang di Atas masih benar-benar sayang padaku atas semuanya.

Hei… hidup itu indah dengan segala pernak-perniknya. Ketika satu kepenatan datang menghantam, masalah sebesar apapun harus dihadapi. Bukankah hidup adalah rangkaian pembelajaran dan berlari menghindari masalah jelas bukan pembenaran untuk sebuah penyelesaian. Apapun itu, jika memang ini yang terbaik, pastinya akan dimudahkan.
Terkadang merasa jengah dengan kehidupan yang mereka namakan sosialita, beramah tamah, tertawa untuk entah, DRAMA atau terkekeh-kekeh di sana mentertawakan kebodohan orang lain dan aku tak menyangkal ketika mereka berkata aku menarik diri β€˜ANSOS’ atau apalah pandangan mereka terhadapku. Terlalu malas untuk itu semua. Toh, aku sendiri tidak menggangu. Hidupku sendiri sudah sedemikian berwarnanya.

Ini hidupku, ini warnaku, terserah orang akan menilainya seperti apa. Aku membuat dan menerima warna yang digoreskan pada kanvas hidupku. Jalani saja hidupmu, dan tak perlu merasa iri dengan peruntungan orang. Tak perlu merasa terganggu jika orang lain menyelesaikan masalahnya dengan cara yang tak seperti kebanyakan.

Satu waktu manusia melakukan perenungan meluangkan waktu berdialog dengan diri sendiri, tanpa keberadaan orang lain plus tanpa pandangan mereka. Aku orang yang berkawan dengan ‘diri sendiri’ tapi tidak berati menjadi ‘penyendiri’. Aku hanya berusaha menikmati semuanya, itu saja he hee.. πŸ™‚

Iklan

Single Post Navigation

40 thoughts on “My Life My Way

  1. *menggandeng sarah ke mushola*
    hihihi..

  2. selamat pagi sarah πŸ™‚

  3. hai saraaaah… ke wetiga yuuuks.. :mrgreen:

  4. Nikmati sebelum nikmat itu sirna πŸ˜€

  5. Sedang berada di ritme nya…..

  6. Lha, iya, Sarah jadi mendadak religius ini.. :mrgreen:

    So, my way is my way? Sepakat-lah. Be happy πŸ˜‰

  7. eliabintang on said:

    “i’d rather be hated for who i am than loved for who i am not.” – kurt cobain

    salam kenal yah! :mrgreen:

  8. wuih….ini beneran sarah? *ngilang*

    hehehe…apa kabar, nona? πŸ™‚

  9. Born to syukr, atas tujuan itu mungkin kita dicipta
    πŸ™‚

  10. kayaknya kita sedang krisis identitas dan cara pandang yah.. semua org ingin sama tanpa peduli kita semua sama namun beda perspective

  11. setelah lama gak nulis memang anything bisa jadi inspirasi …

    Salam kenal dari saya yang sudah lama gak blogging juga πŸ™‚

  12. numpang baca2 yah

  13. nice inspirations,,,,klo ga salah nulisnya kaya gitu,,,,

  14. mendadak religius?hehe..da da aja

  15. Nice posting. Salam kenal.

  16. pria007 on said:

    mantaaap..
    salam kenal

  17. assalamualaikum..
    wuiihh keren,
    dalam banget
    salam

  18. hidup ini memang penuh warna, tergantung kita mau mengisi dengan warna-warna cerah dan bersemangat atau warna kelabu dan membuat jiwa gundah 😐
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  19. meskipun dibombardir…DIA maha kuasa…-selamat malam-

  20. hubungan buruk dengan uang http://goo.gl/1G6MV

  21. jarang lho ad orng yg ky bgt..

  22. i luv how u write and deal with yourself… i think it beautiful life no matter what. why stop writing? :’)

  23. semangat..semangat..semangat

  24. Ya betul sekali itu rupanya, heee salam ya!!!!

  25. Sepi adalah nikmat meski kita bukan makhluk kesepian. Ada kalanya hidup memang harus seimbang, di tengah keramaian dan berada dalam kesendirian. Salam dari sosok itu … ^_^

  26. asal jangan autis aj..hahaah

  27. salam kenal gan πŸ˜€

    Motivasi

  28. manusia sering kal imemohon hal uang tak perlu demi kesenangan semata dan sering tidak mensyukuri yang telah dapat,

  29. nice article …
    Salam Persahabatan ^_^

  30. ane bantu :sup2 aja gan πŸ˜€

  31. nice artikelnya… πŸ™‚

  32. menarik ya artikelnya

  33. nice post πŸ˜€
    salam kenal yah πŸ˜€

  34. “ini hidupku, ini warnaku, terserah orang akan menilainya seperti apa. Aku membuat dan menerima warna yang digoreskan pada kanvas hidupku. Jalani saja hidupmu, dan tak perlu merasa iri dengan peruntungan orang. Tak perlu merasa terganggu jika orang lain menyelesaikan masalahnya dengan cara yang tak seperti kebanyakan.”

    kalimatnya mengena, terkadang dengan hadirnya sosial media, qta mendadak menjadi sok peduli, dan iri. apalagi dengan orang2 yang pernah berarti dlm hidup qta.

  35. bener tuh.. hidup itu indah bila kita menikmatinya, dan selalu mengucap syukur atas apa yang telah kita miliki… πŸ˜€

    Di tunggu kunjungan baliknya yah..

  36. *like this*

  37. Hidup itu Indah… (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: