BuanaDara

Me and you VS the world

Archive for the category “Lagi Sebel”

Marah untuk Entah

girl-in-the-ocean1

Banyak yang berubah setelah bulan-bulan belakangan ini. Bulan yang kalau bisa aku pilih untuk dilewatkan. Mungkin ini puncaknnya.
Aku jadi pemarah, tidak perduli dengan sekitar.
Apa yang salah dengan menjadi pemarah?
Marah tidak jelek selama itu memiliki alasan. Tapi sayangnya aku tidak pernah punya alasan yang tepat untuk marah.
Tiba-tiba saja aku marah.
Aku marah pada kekasih yang mengumpatku kasar, lalu datang dan pergi sesuka hati dan aku masih marah padanya ketika dia meminta maaf. Aku marah pada ibu yang sealu mencampuri setiap persoalan dalam hidupku, aku masih marah padanya saat dia mengirim sms berisi perhatian yang dalam. Aku marah pada teman yang menikamku dari belakang , dasar dunia penuh persaingan. Aku marah pada cuaca buruk yang terus hujan sehingga pakaian tidak kering. Aku marah pada bobot tubuh yang terus naik tanpa sudi mengontrol pola makanan. Aku marah pada rekening tabungan kosong di awal bulan. Aku marah pada jendela yang berbunyi jika angin bertiup kencang. Aku marah pada malam yang kerap membuatku kesepian. Aku marah pada lagu-lagu sendu yang terdengar menyakitkan. Aku marah pada kehidupan yang semakin membingungkan dan membosankan. Aku marah pada marah karena sering membuat kepalaku keliyengan. Aku marah pada diriku yang selalu menahan amarah. Marah namun tak bisa diluapkan. Aku marah hanya pada marah!!!

Iklan

Why…

Tak terasa lagi ringannya…

membuat dinding otakku berdenyut kencang.

Bikin pusing, rumit hati, dan pikiran.

Mengapa yang dulu ringan, berubah rentan, mudah pecah?

Mengapa hal “jelas” justru bikin salah tafsir?

Amarahku sungguh telah kalahkan semua sendu mengharu biru.
Tak tersisa, habis sudah…..

When He Goes Wrong

Kehidupan terjadi dengan caranya sendiri. Kehadiran dia dalam hidup adalah sebagai pelengkap jiwa. Namun, jika membuat perasaan jadi tidak nyaman, maka hubungan patut dipertanyakan. Mengapa sayatkan luka antara pedih mencinta dan bahagia terdera??? Ada saatnya terjebak dalam suatu hubungan yang melelahkan, bahkan menyiksa. Dan tidak sedikit yang memilih untuk bertahan dalam kondisi hubungan seperti itu ketimbang mengakhirinya. Rasa sayang dan kebiasaan bersamanya membuat seringkali berpikir untuk memaklumi dan memberi kesempatan lagi, berpikir mungkin suatu saat dia bisa berubah. Inilah kelemahan seorang wanita, gampang memaafkan dan percaya rayuan gombal bahwa dia bisa berubah. Bertindak memang tidak semudah berkata. Dan, terkadang apa yang di dambakan itu gag seindah apa yang pernah dikira.

Awalnya begitu indah kini berubah 180 derajat. Ada yang terus mengulang kesalahan yang sama. Dulu begitu perhatian, pengertian, enak diajak ngomong, bisa diajak curhat. Dulu selalu ingin tahu keadaanmu dan memastikan baik-baik saja. Tapi makin lama perhatiannya berkurang, tiba-tiba dalam jangka waktu beberapa bulan kemudian, frekuensi SMS manis ato telpon penyemangat mulai berkurang. Hemmm, bahkan tak jarang ia suka menghilang. Sampai hampir mati penasaran rasanya.! Eh…tiba-tiba selang beberapa minggu kemudian ada SMS masuk. Lalu tersentak kaget melihat namanya muncul di inbox. Dan, ya..ya… mulai bertemu lagi. Tapi setelah satu bulan kemudian dia menghilang lagi.
Stres gag?? Apakah maunya?

Punya pacar rasanya seperti gag punya, jarang ketemu, ditelpon susah..jarang di angkat terkadang cuma ada voice mail, kurang komunikatif. Tak jarang dia berbohong dan memberi alasan yang tidak tepat, bilang dirumah ternyata di tempat yang lain. Selalu ada acara ato aktivitas, sibuk dengan dunianya sendiri.
Lalu dimana tempat kita di dalam kehidupannya?
Yaa…dia yang timbul dan tenggelam, Apakah ini tanda-tanda seseorang yang tidak serius dalam hubungan? Hanya dijadikan ibaratnya salah satu tempat singgah, ato hiburan selingan, dan dibuat sakit hati pada akhirnya Huhu…koq jadi kayak mainan.
Pernahkah kamu menghadapi seseorang seperti ini?
Memilih untuk mundur ato terus maju??

Hidup adalah pilihan, bahkan tidak memilih pun merupakan pilihan.

I’m Tired Enough

Entah angin apa yang sungguh membuatku gelisah malam ini. Kenapa aku masih bertahan disini?
Aku terima semuanya, tak ada sesal, karena memang begitulah adanya. Diam, dan melakukan perenungan seringkali jadi hal terbaik. Saat pasrah datang melibas, sebersit tanya datang menyela. Aku tak pernah membencimu, tapi mohon jangan buat aku meragu sendiri… Aku hanya ingin akhir yang semestinya, tak lebih, tak kurang..itu saja. Sulitkah???

I don’t wanna think about it, but i can’t… i care… Hemmm life is unfair sometimes, and we must know that. Keep moving and rolling that the best we could do.
I know, I am not perfect. Well, so what if I’m not perfect anyway? I’m affraid, I get bored easily, I often feeling blue, I can’t take all the problem by myself.
HeLLLoooo… I’m just an ordinary person too. I just pray and prepare myself coz anything can happen right now.

Dia… Tentang Dia

Bulan yang muram itu seakan masuk ke dalam diriku..

Kupelajari kembali catatan harianku selama ini, pelanPelan kubongkari bagianBagian yang selama ini menembus hatiku, lama mulai kukunyah. LambatLambat mulai aku dapatkan kembali gambaran yang agak jelas tentangmu. Ia mulai berubah demikian pula dengan sejarah.

Dulu tutur katamu manis terdengar dan memberi harapan dalam setiap keputusasaan, tapi mengapa kini hanya janji kosong yang menenggelamkanku pada keresahan? Adakah keraguan itu sekarang menjadi kenyataan??
Aku berani menunggu dan terus menunggu, mengapa kau tak menghargai kesabaranku? Lihatlah aku jatuh tersungkur dalam pasrah dan sabar yang teramat sangat…

If I didn’t have you then
What will become of me?
If I had never met you
How would my life be?
Would I be the same?
If I’d been loving antoher name
Would I stay untamed
Would there be any aim?
So whom I will be…..

Malam makin larut, I didn’t dari Daniel Sahuleka mengalun lembut di telinga.

Post Navigation