BuanaDara

Me and you VS the world

Archive for the category “poem”

Selendang malam telah berhias bintang

Purnama jadi mahkotanya

Rerimbun semak sembunyikan kata

Yang tertelan pekik burung malam

Gumpalan mega muram menarik diri

Menyusup tubuh telanjang belalang

Tergilas waktu terus bergulir

Tak perduli gagak mengancam tajam

Terus bersinar selendangkan maya

Tak terhentak walau terpecah

Hias diri dengan asa kekuatan

Iklan

Usiaku Karena-Nya ‘SANG MAHA’

Seiring nafas yang kuhirup seperti itulah harap yang kudamba
Seiring hembusan nafasku, seperti itulah do’a yang kupanjatkan
Jejak yang kubuat dan kutinggalkan bukan untuk kulupakan
Jejak itulah yang menyimpan kisah-kisah dimana aku berserah
Bagai bumi yang tak berujung, kan kuhadapi semua duka lara nestapa
Bagai langit yang tak berbatas, kan kugapai semua cita cinta bahagia

Sesaat aku berfikir untuk melepas semua karunia-Nya tapi aku manusia
Sesaat aku berfikir untuk meraih semua karunia-Nya tapi aku manusia
dan hanya batas yang aku punya
Do’a dan semangat lah yang membuat darahku mengalir
Asa dan cinta lah yang membuat nadiku berdenyut
dan karena-Nya jantungku berdetak
Aku tercipta sempurna karena-Nya dan hanya karena DIA
Aku bangga hanya pada hasil karya-Nya dan hanya DIA
hingga karena-Nya aku berbagi

Andai aku bukan dewi diantara kalian, tapi aku puteri bagi mereka
Mereka yang telah menyayangiku, mereka yang telah memberi arti
Andai aku bukan asa diantara kalian, tapi mereka selalu mendambakanku
Mereka yang selalu memberi dan menerimaku apa adanya
Andai aku tak memiliki arti diantara kalian, tapi aku hidup diantara mereka
Meraka yang telah memberikan segala kebahagiaan dalam hidupku

Terima kasih ku ucap untuk mereka atas segala yang kuterima
Terima kasih ku ucap untuk kalian atas segala yang kurasa
Lembaran cerita hidup ini kuharap yang terbaik untuk ku dan semua

Usiaku bukan untuk terbuang percuma, Usiaku untuk semua yang berguna
Terima kasih kuucap seiring do’a tulus dari dalam hati
KarenaMU aku tercipta dan karenaMU aku binasa
Semua berawal dariMU dan berakhir karenaMU

*Special day, in my room*

POEM

Kemanakah arah?
Jika tujuan hanya persimpangan tak pasti
Biar hati yang menjadi mata angin.

Dalam gelap aku termangu
Dalam diam aku mengerti segalanya
Membebaskan ketidaktahuanku.

*Ketika otak berhenti berpikir dan hati mulai bekerja*

Post Navigation