BuanaDara

Me and you VS the world

My Favourite Things

Raindrops on roses and whiskers on kittens
Bright copper kettles and warm woolen mittens
Brown paper packages tied up with strings
These are a few of my favorite things..

Cream-colored ponies and crisp apple strudels
Doorbells and sleigh bells and schnitzel with noodles
Wild geese that fly with the moon on their wings
These are a few of my favorite things..

Girls in white dresses with blue satin sashes
Snowflakes that stay on my nose and eyelashes
Silver-white winters that melt into springs
These are a few of my favorite things..

When the dog bites
When the bee stings
When I’m feeling sad..
I simply remember my favorite things
And then I don’t feel so bad…

* Olivia ong *
night… song in my room

Teh dan Cerita

Di Jepang, teh menjadi sebuah filosofi. Rusia melihatnya sebagai kekuatan, sementara bangsa aristokrat di Inggris menjadikannya sebagai ritual bergengsi setiap pukul 5 sore. Nah, bagaimana dengan Indonesia? Bisa dibilang, Teh adalah minuman nasional. Meski kultur soda dan wine terlihat mendominasi ajang sosial masi kini. Sehingga teh menjadi minuman yang kurang berkelas, sederhana, mudah dibuat, apalagi disajikan dengan sebuah botol guna melepas dahaga.

Sesungguhnya ada sebuah cerita yang terkandung di dalamnya..
Alkisah, Jendral Li Zi Cheng baru saja merebut tahta kekuasaan dinasti Ming dan membawa lari Chen Yuan, selir cantik Jendral Wu San Gui. Karena marah dan cemburu, Jendara Wu menyerang dinasti Ming dan menyebabkan kehancuran atas kerajaan itu. Chen Yuan merasa menjadi akibat dari semua itu hingga memutuskan untuk menjadi rahib dan meninggalkan duniawi. Pada malam terakhirnya sebagai seorang selir, Chen Yuan mengadakan jamuan perpisahan dengan memilih jenis teh terbaik untuk dipersembahkan pada roh raja sebagai penghormatan.

Tak banyak yang tahu kalau teh juga seperti anggur, yang bisa dikenali kualitas dan rasanya melalui aroma. Teh juga menyimpan banyak sejarah. Bukan hanya di dinasti Ming, tapi mungkin saja di keluarga, di kehidupan kita.
Sampai sekarang aku masih suka menikmati secangkir teh sembari sedang ngobrol duduk-duduk santai, menonton TV, atau membaca buku. Dan aku juga ingat dulu di rumah, aku sering memperhatkan ibuku setiap malam, atau sore hari setelah ayah selesai bekerja ia selalu menyeduhkan secangkir teh hangat untuk ayah ditemani sepotong roti atau kue. Keanggunan, kesetiaan, dan perhatian yang terselip di dalam secangkir teh. Dan sore ini aku kembali menyeduh secangkir teh jasmine hangat, mereguknya..disertai iringan musik yang teralun lembut di telinga. Satu gelas teh untuk mencuri sedikit relaksasi, sambil terus berpikir mencari jawab atas tanya. Hmmm entah berapa banyak keputusan penting yang diambil sembari menikmati secangkir teh hangat? Teh bukanlah sekedar minuman biasa, karena ada sebuah cerita yang terkandung di dalamnya.

Why…

Tak terasa lagi ringannya…

membuat dinding otakku berdenyut kencang.

Bikin pusing, rumit hati, dan pikiran.

Mengapa yang dulu ringan, berubah rentan, mudah pecah?

Mengapa hal “jelas” justru bikin salah tafsir?

Amarahku sungguh telah kalahkan semua sendu mengharu biru.
Tak tersisa, habis sudah…..

Believe or Not

Postingan kali ini sebenernya hanya sekedar sharing tentang pengalaman syuting di salah satu lokasi di daerah Depok, dan mungkin postingan kali ini akan panjang dan membosankan ehehehe.. Jadiii…aku cuma mau cerita aja. Dan sekali lagi tidak ada yang di buat-buat, karena ini sebagian dari kisah nyata..dan bener-bener real. Kalau mau percaya silahkan dinikmati ceritanya, tapi yaa kalau tidak jangan dibaca yaaa, okay… 🙂

Pernah denger gag studio metro alam? Salah satu lokasi syuting di daerah Depok, Cilodong. Sudah 4hari ini aku syuting disana. Hari rabu kemarin syuting dimulai, bangun pagi..mandi..siap-siap nyetir sendiri dengan mata masih merem melek tapi harus tetep segerrr karena calingan jm8 pagi. Sebelumnya aku gag tau dan aku juga belum pernah syuting disana, dan sesampainya disana sedikit kaget ternyata setting lokasinya di hutan dan ada adegan naik turun bukit, lari turun dari atas bukit, camping sampai malam larut nyalain api unggun sambil gitar-gitaran, rame dan seru sih tapi cape pastinya.

Sebenernya aku tidak merasa ada yang aneh dengan lokasi di hutan itu, dan sedikitpun tidak ada perasaan takut dengan hal-hal yang berbau mistis atau semacamnya disana, dan aku bener-bener menikmati syuting di lokasi itu karena ini pertama kalinya aku syuting di hutan. Dan dengan santainya aku sering bulak-balik…mondar-mandir sendirian sedangkan para pemain lain tidak jarang minta ditemani kalau ke parkiran, karena parkiran mobil dengan letak lokasi syuting lumayan jauh. Hari itu sekitar jm4 sore break dulu menunggu malam karena ada scene malam, jadi aku ke parkiran mau tiduran dulu sambil menunggu buka puasa dan ngadem di mobil yang aku parkirin di sebelah rumah tua yang bangunannya udah reot hampir mau rubuh.

Tapi entah kenapa susah sekali untuk tidur memejamkan mata, jadi aku buka HP dan sibuk menelpon.

Aku, “HoLLaaa lagi dimana?”
Dia, “Kantor. syuting dimana kamu?”
Aku, “Studio alam TVRI, jauh di depok. Kamu tau?”
Dia, “Iya aku pernah syuting disana, belom selesai juga. Koq berani syuting disana sampe malem..kan disana terkenal banyak kuntilanaknya.”
Aku, “Ah, rese’ deh..gag penting banget siiih ngomong gitu, gw sendirian neeh. Udah ahh..”

Tuut….tUuuut….Tuuuuuuuut….. *telpon mati*

Aku melihat ke bangunan rumat tua itu, ada bendera putih yang digantung tinggi diatap rumahnya, sedikit merasa aneh memang kenapa memasang bendera putih di depan rumah itu. Lalu melihat keluar kaca dan ternyata hari sudah gelap dan bener-bener gelaaaap..tidak ada orang sama sekali disekitar parkiran. Lalu aku keluar tergesa menuju lokasi syuting.

Sampai di lokasi aku bercerita kepada teman tentang kejadian tadi, lalu dia bilang “Iya nih temen gua juga barusan sms” Aku membaca sms di HP nya, yang bunyinya “Ati-ati disana, kemarin gua baru syuting ada kru yang kesurupan dan minta kopi pahit”. Terus aku marah-marah dan sedikit sebel dan bilang ke temen “Gua heran deh kenapa sih, rumah kosong itu masang bendera putih di depannya” lalu temaku bilang “Oh iya bendera putih ya.” Sedikitpun aku belum curiga kalau ada sesuatu yang aneh di sekitar lokasi itu.

Sekitar jm8.30 malam, temanku bilang “Sar, lampu bagasi mobil koq nyala”
Aku bilang “Ah,,,masa sih kayanya tadi gag deh”
temanku, “Iya gua baru dari parkiran, gua liat nyala, mau di check gag?”
Aku , “ahh, ntar aja deh”
teman, “ntar aki nya soak lhoo”
Aku “oh,,iya yaa”

Akhirnya aku ditemani seorang teman menuju ke parkiran…
Sudah di utak atik, diperiksa lampu bagasi itu tidak mati juga. Lalu aku menuju pintu sebelah kiri membuka pintu lalu saat aku mau menutup pintu itu, disitulah hal mistis yang pertama kali aku lihat seumur hidup, sepasang kepala besar dan kecil yang jelasa bukan manusia sedang mengamati aku dan temanku. Sambil berbisik aku bilang “Cepet kita pergi dari sini, sekarang!!!!” dan sepertinya temanku mengerti apa yang baru saja terjadi, karena dia juga bilang “Iya gua tau, pokoknya lo jangan ngeliat ke arah situ, karena gua udah ngeliat dari tadi.”

Akhirnya aku dan temanku segera pergi dari tempat itu. Kemudian aku bertanya “Lo tau gag, tadi gua bendera putih deket rumah tua itu kan, dan ternyata benderanya gag ada, jadi tadi yang gua liat sebelumnya itu apa??.” temanku menjawab “Iya, sebenernya gua juga gag mau buat lo parno, padahal gua juga gag liat ada bendera putih di deket rumah itu”
Entah apalah bendera putih yang menggantung tinggi di atap rumah itu, mahkluk halus yang disebut kuntilanak atau apalah aku sendiri hanya terdiam karena kaget ngeri. Astaghfirullah……aku tidak berharap dan kebayang sedikitpun bakal melihat mahkluk gaib atau sejenisnya, entah apalah maksud dan tujuan mereka menampakkan diri, tapi ada beberapa orang bilang, kita dapat melihat atau dirasuki *kesurupan* penampakan mahkluk tersebut apabila pikiran sedang kosong, bimbang atau sedang kotor *cewek:mens* , tapi terus terang saat itu pikiranku memang sedang kosong apalagi di lokasi hutan seperti itu. Dan ada juga yang bilang bahwa itu bukanlah syetan melainkan iblis, tapi aku sendiri tidak tau apa itu bedanya syetan dengan iblis..

Dan ceritanya belum selesai sampai disitu..

Lalu syuting selesai sekitar jm10.30 malam, karena tidak berani nyetir sendirian, aku ditemani seorang teman untuk sampai ke gerbang depan, dan ajaibnya lampu bagasi tiba-tiba tidak menyala lagi sekitar 50 meter dari lokasi parkiran, entahlah ini bisa dibilang aneh atau tidak. Sepanjang perjalanan pulang aku gag berani melihat ke kaca belakang dalam mobil.
Aaaarrggghhhh…..!!!!!! jadi parno kalau lagi sendirian, mau mandi atau pulang malam. Besok aku harus kembali lagi ke sana karena syuting masih 3hari lagi, terus berharap tidak terjadi hal-hal aneh di kemudian hari. Sambil komat-kamit baca do’a pergi ke lokasi syuting.
Percaya tidak percaya ternyata mereka ada disekitar kita.

Usiaku Karena-Nya ‘SANG MAHA’

Seiring nafas yang kuhirup seperti itulah harap yang kudamba
Seiring hembusan nafasku, seperti itulah do’a yang kupanjatkan
Jejak yang kubuat dan kutinggalkan bukan untuk kulupakan
Jejak itulah yang menyimpan kisah-kisah dimana aku berserah
Bagai bumi yang tak berujung, kan kuhadapi semua duka lara nestapa
Bagai langit yang tak berbatas, kan kugapai semua cita cinta bahagia

Sesaat aku berfikir untuk melepas semua karunia-Nya tapi aku manusia
Sesaat aku berfikir untuk meraih semua karunia-Nya tapi aku manusia
dan hanya batas yang aku punya
Do’a dan semangat lah yang membuat darahku mengalir
Asa dan cinta lah yang membuat nadiku berdenyut
dan karena-Nya jantungku berdetak
Aku tercipta sempurna karena-Nya dan hanya karena DIA
Aku bangga hanya pada hasil karya-Nya dan hanya DIA
hingga karena-Nya aku berbagi

Andai aku bukan dewi diantara kalian, tapi aku puteri bagi mereka
Mereka yang telah menyayangiku, mereka yang telah memberi arti
Andai aku bukan asa diantara kalian, tapi mereka selalu mendambakanku
Mereka yang selalu memberi dan menerimaku apa adanya
Andai aku tak memiliki arti diantara kalian, tapi aku hidup diantara mereka
Meraka yang telah memberikan segala kebahagiaan dalam hidupku

Terima kasih ku ucap untuk mereka atas segala yang kuterima
Terima kasih ku ucap untuk kalian atas segala yang kurasa
Lembaran cerita hidup ini kuharap yang terbaik untuk ku dan semua

Usiaku bukan untuk terbuang percuma, Usiaku untuk semua yang berguna
Terima kasih kuucap seiring do’a tulus dari dalam hati
KarenaMU aku tercipta dan karenaMU aku binasa
Semua berawal dariMU dan berakhir karenaMU

*Special day, in my room*

Post Navigation